Sunday, 6 April 2008

Setelah ada yang terpotong dari bagian aslinya:

...............................................................................................................................
Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........kenapa aku tidak boleh menyebutnya dengan seenak udelku dewe, kenapa aku tidak boleh sebebas bilang kata2 lainnya, ada apa dengan Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........Liqa'............Kok untuk nyebut kalima itu seakan2 ada kesakralan tersendiri, bukannya dia juga kajian biasa, kenapa banyak orang meluarbiasakannya...... Kalau mereka bebas untuk bilang "....Mau main bola, mau diskusi, mau kajian, mau ke Sharaq Mall, mau ke Roxy, mau ke.........." kenapa aku harus menutup2i kata2 ini Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........Liqa'...........

Ironis sekali, taon milineum di Kairo............masih saja ada hal2 seperti itu, im nggak nyalahin pak ustas yg mewanti2 aku untuk tidak mendhohirkan keliqa'anku, tapi aku heran sama temen2 yang ngakunya Islam tapi ketika mendengar ada kajian tentang keislaman sendiri mereka ugh................cabe deh............!

3 comments:

  1. ha elah neh bocah....dasar nt. itu gara2 masih kebawa dengan suasana taon 80 dan awal 90-an kali di Indo, yang ngaji kudu ngumpet2, kalo gak, tar ditangkep ama .....ama siapa yah..hehehe, kalo di mesir, di tangkep haris2nya om husni kali yah (ups, maaf) ^_^ v
    udah lah...kalo disuruh amniyah ya amniyah aja.

    ReplyDelete